5 Cara Yang Benar Menghitung Biaya Renovasi Rumah Biar Tak Membengkak

pavingsobo.com– Memperkirakan biaya renovasi rumah idealnya menjadi langkah awal bagi siapa pun yang berencana membangun rumah idaman. Alasan renovasi hunian pun bisa bermacam-macam, misalnya saja merenovasi bangunan, menambah ruangan baru, memperluas luas bangunan.

Sesuai dengan kebutuhan untuk melakukan renovasi rumah, maka perkiraan biaya renovasi rumah perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial. Jangan biarkan pengeluaran Anda melebihi anggaran Anda. Untuk menghindari hal ini, Anda perlu membuat perkiraan biaya.

Baca juga: Ini Dia 6 Tahapan Pelaksanaan Pada Konstruksi Bangunan Yang Perlu Diketahui

5 Cara Yang Benar Menghitung Biaya Renovasi Rumah Biar Tak Membengkak

Perkiraan biaya desain renovasi rumah

Lalu bagaimana cara menghitung biaya perancangan renovasi rumah? Faktor apa yang harus dipertimbangkan? Berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAB) dilansir dari situs. Edukasi BCASenin, 27 Maret 2023
Biaya tenaga kerja

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam RAB untuk renovasi rumah adalah biaya tenaga kerja. Sistem pengupahan tenaga kerja pada umumnya dibagi menjadi beberapa cara, misalnya perhitungan biaya sehari-hari, perhitungan jasa kontrak atau keseluruhan kontrak.

  1. Gaji harian untuk renovasi rumah

Misalnya, upah harian pedagang grosir mulai dari Rp 125 ribu hingga Rp 150 ribu per hari. Seringkali perhitungan biaya ini hanya mencakup upah untuk jasa tenaga kerja, tidak termasuk dana untuk pembelian bahan bangunan.

Jika pekerjaan renovasi rumah bisa memakan waktu hingga satu tahun (365 hari), perhitungannya mengambil batas atas biaya tenaga kerja harian sebesar Rp. 150.000 x 365 = Rp. Jumlahnya 54.750.000.

  1. Sistem pelayanan massal

Perkiraan harga untuk sistem pelayanan massal adalah Rp 600.000 hingga 800.000 per meter persegi. Biaya renovasi rumah dengan sistem servis massal bisa sangat besar.

Namun jika pengerjaan proyek renovasi rumah melebihi waktu yang direncanakan, tidak ada biaya tambahan yang perlu dikeluarkan. Perhitungan sistem pelayanan massal ini tergantung pada luas bangunan yang akan direnovasi.

Misalnya batas atas perkiraan harga bangunan dengan luas 100 meter persegi, biaya renovasi rumah 100 meter persegi x Rp 800.000 = Rp 80 juta.

  1. Sistem borongan

Sistem borongan penuh berarti biaya renovasi rumah sudah termasuk upah buruh, serta biaya pembelian bahan. Namun biayanya tergantung pada kualitas dan spesifikasi bahan.

Perkiraan harga rata-rata untuk grosir berkisar Rp 4 juta hingga Rp 8 juta per meter persegi. Perkiraan biaya dapat bervariasi berdasarkan kebutuhan proyek renovasi seperti bangunan satu lantai atau bertingkat.

Misalnya sistem grosir penuh dengan luas bangunan 70 meter persegi mempunyai batas bawah perkiraan harga grosir penuh sebesar Rp 4 juta, maka 70 meter persegi x Rp 4 juta = Rp 280 juta.

Baca juga: 5 Perbedaan Rumah Subsidi Dan Rumah Komersil

Biaya tanah dan konstruksi

Berapa perkiraan biaya renovasi rumah untuk perluasan lahan? Perhitungan ini sudah termasuk harga jual tanah kawasan sekitar tempat tinggal.

Misalnya renovasi rumah dengan luas tanah 50 meter persegi, harga jual tanahnya 2,5 juta birr per meter persegi. Biaya tambahan 50 meter persegi x Rp 2,5 juta = Rp 125 juta. Biaya tambahan ini harus diperhitungkan dalam anggaran renovasi rumah Anda.

Pengeluaran tak terduga

Sembari membuat rencana anggaran, siapkan juga dana tambahan untuk keperluan tak terduga. Besaran dana ini sekitar 10 persen dari total perkiraan biaya.

Jika perkiraan biaya renovasi rumah yang dihitung adalah 280 juta birr, maka biaya lain yang perlu ditambah adalah 28 juta birr. Total biayanya Rp 280 juta + Rp 28 juta = Rp 308 juta.

Semoga perkiraan biaya renovasi rumah di atas bisa menjadi inspirasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *